Rabu, 23 Desember 2009

Hujan

by Dwiyanita Saesarianti

menjelang siang itu
dari balik tirai
kutatap rumput hijau pepohonan
seakan damai tertebar ke relung jiwa ini

tak lama langit biru menjadi kelam
awan putih beranjak pergi
matahari entah kemana
dan titik titik air pun membasahi tanah
menebarkan bau bumi

langit, apakah ini sindiran darimu?
mengapa kau menangis
seharusnya aku yang mengucurkan airmata
tangisan pedih karena cintaku beranjak pergi
tetesan kesedihan atas nama hati yang terluka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar